4.1 – Trading with JCSS (1)
Pengguna Amibroker dapat menggunakan tutorial ini yang meskipun disusun dengan menggunakan Metastock dalam penampilannya chartnya, tetapi konsep dasarnya sama persis dengan yang digunakan pada Amibroker.
Bagaimana JCSS akan membantu anda dalam trading ?
JCSS dibagi menjadi 3 komponen:
- JCSS Chart
Indikator / Signal seperti Buy / Sell, stop loss line, channel diplot langsung di chart, sehingga akan membantu kita dalam mengambil keputusan Buy / Sell secara mudah dengan melihat secara visual pada chart. - Exploration
JCSS juga memiliki fasilitas Exploration yang dapat digunakan untuk scanning saham-saham yang memberikan signal Buy, sehingga kita tidak perlu pusing memilih atau melihat chart satu per satu. - Expert Commentary
Commentary yang dapat memberikan kita insight dari saham tersebut seperti dibawah ini:- Kekuatan dari signal Beli / Jual- Trend apakah bullish, bearish, atau sideways.- Trading Plan (Entry, Exit, Stop Loss)- Reward / Risk Ratio- Interpretasi candle
JCSS Chart & Expert Commentary
JCSS CHART INDIKATOR
JCSS Chart terbentuk dari beberapa indikator.
Berikut adalah penjelasan singkat dari indikator yang digunakan
1. Channel:
Channel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu upper channel, bottom channel dan mid line
Channel merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengambilan keputusan dalam sistem JCSS, karena saham pada umumnya akan bergerak dalam suatu channel. Harga akan bergerak dari channel atas menuju kebawah dan sebaliknya. Channel Upper dan Bottom terdiri dari 2 garis sejajar, yang menunjukkan area buy dan area sell.
Bottom Channel adalah area yang ideal untuk buy dan Upper channel adalah area ideal untuk sell.
Mid line adalah perbatasan yang membagi keduanya. Tidak selalu signal buy muncul di area bottom channel, tetapi selama masih dibawah mid line, maka kita masih boleh untuk mengambil posisi buy, sedangkan bila posisi harga telah melewati mid line, maka kita tidak di recommend untuk mengambil posisi beli.
Mengapa? karena probabilitas gain > loss pada kondisi harga di channel bottom, sedangkan semakin keatas, probabilitas loss > gain. Itu sebabnya kita hindari melakukan posisi buy pada area diatas garis mid line.
Slope Channel
Ketika harga bergerak candle demi candle, maka slope / kemiringan dari channel akan terbentuk, anda dapat lihat dengan jelas ketika suatu channel membentuk slope menurun, maka saham tersebut dalam posisi downtrend, dan sebaliknya bila slopenya naik, maka saham dalam posisi uptrend. Slope kemiringan ini akan bergerak dari waktu kewaktu.
Saham yang memiliki slope naik biasanya akan membuat peak dan trough yang semakin tinggi, dan swing naik (potensi profit) yang dihasilkan lebih panjang daripada swing turun (potensi loss).
Saham yang memiliki slope turun, biasanya membuat peak dan trough semakin ke bawah, dan swing turun (potensi loss) akan lebih panjang, dari pada swing naik (potensi gain)
Tips Pemilihan Saham:
- Sesuaikanlah ekspektasi gain anda dengan slope channel, bila anda trade pada saham dg slope turun, maka jangan berharap mendapat gain yang tinggi (menurut pengalaman 3-5% utk swing naik) dan sebaliknya bila anda trade slope naik, anda bisa berharap untuk mendapat gain yang lebih tinggi dari pada trade pada saham2 yang memiliki slope turun. ( biasanya sekitar 5-10%)
| - Hindari saham yang sudut kemiringan turunnya sangat curam, hal ini menunjukkan tingkat bearish yang tinggi . Selain slope yang turun, anda perhatikan lebar dari channel nya relatif sempit, artinya tidak ada swing dalam saham ini, sehingga sangat kecil saham downtrend seperti ini dapat memberikan gain. Jangan sentuh saham-saham yang seperti ini.
Signal buy (panah biru) yang muncul pada saham seperti ini akan menunjukkan score yang rendah (weak buy) — nanti kita akan sampai kepada pembahasan mengenai scoring. |
| - Hindari juga saham yang memiliki volatilitas sangat tinggi dan termasuk dalam kategori gorengan, saham yang memiliki chart seperti disamping ini tidak bisa dianalisa oleh analisa teknikal dan sangat beresiko.
JCSS tidak akan bisa berfungsi dengan baik pada saham-saham seperti ini. Memang potensi gain yang spektakuler anda bisa dapatkan bila bermain pada saham-saham seperti ini, tetapi sayanya potensi loss anda juga spektakuler.. Saran saya, Jangan setuh saham saham seperti ini. |
| Saham seperti apa yang dapat anda pilih ? Saya beri contoh saham disamping ini adalah MNCN.
Pilihlah saham yang memiliki slope naik seperti disamping, dengan candle yang memiliki volatilitas kecil – sedang. MNCN membentuk swing dari channel bawah menuju atas, dan balik lagi kebawah dan keatas. Perhatikan signal buy yang muncul pada area bottom channel dan sell signal yang muncul pada upper channel. Saham yang seperti ini dengan bantuan channel anda dapat lihat memiliki arah swing yang lebih jelas (keatas dan kebawah dalam channel ). JCSS berfungsi dengan baik pada saham-saham seperti ini. |
| Contoh saham pilihan lain yang dapat diambil bisa juga dalam keadaan slope channel turun seperti gambar disamping ini. Pada waktu manual ini dibuat, IHSG sedang dalam kondisi yang kurang baik selama bulan Feb 2011, sehingga susah sekali kita menemukan saham yang memiliki slope channel naik.
Anda tetap bisa trading pada saham-saham yang memiliki slope turun, dengan catatan memiliki swing yang lebar. Anda dapat lihat channel yang lebar dengan range swing lebar. Saham-saham seperti ini walaupun dalam keadaan downtrend, tetapi dapat memberikan gain yang baik karena memiliki range yang lebar. |
2. Trend Zone
Zone digunakan sebagai pelengkap dari Channel untuk melihat trend, Bila channel menggunakan slope kemiringan sebagai penentu arah trend, maka Zone menggunakan Moving Average yang di visualisasikan dalam bentuk warna untuk membantu menentukan trend.
Zone dibagi menjadi 4 warna :
| Red Zone – Downtrend | |
| Green Zone – Uptrend | |
| Pink Zone – Sideways cenderung downtrend | |
| Light Green Zone – Sideways cenderung uptrend |
Pada zone Green dan Light Green Zone anda dapat dengan aman mengambil posisi buy, sedangkan pada Red dan Pink Zone anda diharapkan untuk waspada dalam mengambil posisi buy.
Anda tetap dapat melakukan buy pada kondisi zone apapun, visualisasi Zone ini ditampilkan untuk memberikan awareness kepada anda tentang trend yang sedang berlangsung.
Sebagai informasi : zone ini masuk dalam penghitungan scoring system pada Commentary.
3. EMA 20
JCSS menggunakan EMA 20 sebagai bagian dalam sistem karena pada EMA 20 berfungsi sebagai Level Support & Resisten.
EMA 20 dapat membantu kita dalam hal sebagai berikut:
- Posisi harga terhadap EMA 20.
bila posisi harga closing (current price) berada diatas EMA20, maka suatu saham akan lebih mudah untuk naik harganya dibandingkan dengan saham dengan posisi dibawah EMA20.
| Perhatikan gambar disamping ini EMA20 (garis kuning), bila posisi harga /candle diatas garis EMA20, maka harga memiliki kecenderungan naik, tetapi bila harga/candle berada dibawah EMA20, maka harga kecenderungannya akan turun. Saham-saham yang downtrend dan harganya dibawah EMA20 nya akan memiliki kecenderungan untuk bearish, oleh sebab itu bila pada saham seperti ini muncul signal buy, maka sifatnya buy adalah spekulatif. Signal buy semakin kuat bila harga berada diatas EMA20 nya. |
4. Volume & MA20
Volume dapat diumpamakan sebagai kekuatan atau daya dorong market terhadap pergerakan harga, bila harga breakout dengan disertai volume, hal ini menunjukkan kesepakatan market terhadap pergerakan harga tersebut, dan biasanya penguatan harga akan berlanjut, dan sebaliknya bila terjadi breakdown disertai volume yang besar.
Volume di JCSS di perhitungkan dalam scoring.
5. Trailing Stop line (TS Line)
TS line digunakan untuk memproteksi profit yang telah kita dapatkan dari market.
Bila harga menembus TS line, maka panah hitam akan muncul yang menunjukkan kita harus exit dari posisi yang ada.
TS line digunakan untuk memproteksi profit dan bukan untuk menentukan initial cut loss level pada saat mengambil posisi buy.
Ada 2 cara penentuan level initial cutloss, yaitu dengan menggunakan level initial cutloss pada expert commentary dan cara kedua dengan menggunakan manual yaitu pada ekor bawah (LOW CANDLE) terendah dalam 2 candle sebelum muncul signal buy.
Anda dapat memilih mana yang lebih nyaman menurut anda.
Bila level cutloss ditembus maka anda harus exit dari posisi.
| <<< BACK: 3 – CARA APLIKASI JCSS | CONTINUE : 4.2 – Trading with JCSS part 2 >>> |














