In Analisa Fundamental, Personal Finance, Tingkat Dasar, Umum
stock-chart




Mungkin Anda penasaran bagaimana jika saya ingin mulai berinvestasi? Salah satu bentuk investasi yang diminati banyak orang yakni investasi saham atau sering juga disebut dengan investasi pasar modal.

Mungkin sebagian terpikat karena beranggapan bahwa berinvestasi di pasar saham bisa mendatangkan keuntungan yang berlimpah dalam waktu singkat, juga mungkin karena hendak mencoba mendapat penghasilan tambahan di lantai bursa, atau ingin mengikuti jejak Mr. Lo Kheng Hong, sang investor sukses yang konon disebut-sebut sebagai Warren Buffet- nya Indonesia: ).

Apapun alasan Anda, tidak ada yang salah, investasi di pasar modal bisa menjadi sesuatu yang mudah sekaligus menantang. Semuanya tergantung bagaimana cara Anda ‘memainkan’ investasi Anda. Tidak sedikit orang mengatakan bahwa hanya investor cerdas yang bisa sukses, namun pada saat bersamaan, saya beranggapan tidak ada yang terlahir sebagai investor cerdas. Investor belajar dari kesalahan demi kesalahan mereka, dan akhirnya lulus menjadi investor cerdas. Oleh karenanya jika Anda tahu aturan mainnya, mau bergelut dengan kesalahan dan belajar darinya, maka bursa saham bukan merupakan hal sulit bahkan mungkin bisa jadi mata pencaharian Anda.

Bagi yang tertarik, berikut ini beberapa aturan main investasi saham berikut ini mungkin bisa membantu membekali Anda untuk mulai ikut bermain dan sukses di pasar saham:

  1. Berinvestasi pada bisnis yang Anda pahami

Sebelum membeli saham, Anda setidaknya harus tahu apa bisnis perusahaannya,  membaca market ekonomi terkait dengan industri bisnis perusahaan tersebut. Saham merupakan cerminan bisnis perusahaan, kepercayaan masyarakat serta kondisi ekonomi pasar.

  1. Buat portofolio yang luas dan beragam

“Jangan letakkan banyak telur di satu keranjang” istilah populer dalam berinvestasi. Diversifikasikan portofolio di seluruh kelas aset dan instrumen merupakan faktor kunci untuk mendapatkan tingkat pengembalian optimal investasi dengan risiko minimum. Tingkat diversifikasi bergantung pada kapasitas pengembalian risiko masing-masing investor. Ingat tentang konsep High Risk- High Return. Anda harus memilih saham dengan seksama dan mengecek volatilitas dari masing-masing saham dalam portfolio Anda.

  1. Ekspektasi realistis

Tidak ada yang salah dengan berharap ‘terbaik’ dari investasi Anda, tapi Anda bisa mengalami kekecewaan atau jatuh dalam situasi ‘stres’ jika tujuan keuangan Anda didasarkan pada asumsi yang tidak realistis. Misalnya di akhir tahun 2017 hingga 2018, banyak saham mengalami persentase kenaikan signifikan, namun, bukan berarti setiap saat pasar saham dapat memberikan pengembalian demikian tinggi bagi Anda.

Bahkan Warren Buffett pernah mengatakan bahwa menghasilkan lebih dari 12 persen saham adalah keberuntungan bodoh dan Anda pada akhirnya akan tertawa. Karena tidak ada market yang sama persis setiap kalinya. Jadi dengan mengelola ekpektasi Anda, maka terjaga juga kesehatan investasi Anda

  1. Tetapkan jangka waktu investasi Anda yang disesuaikan dengan tujuan investasi.

Ada investasi jangka pendek dan investasi jangka panjang. Jika Anda ingin mencapai capital gain atas saham tertentu maka biasanya investasi tersebut merupakan investasi jangka panjang. Maka diperlukan keterampilan dan analisa penelitian yang baik atas neraca, laporan keuangan, kondisi pasar dan juga kondisi perusahaan yang terkait.

Jika investasi jangka pendek, Anda dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mengenai teknikal analisis. Dimana investasi dilakukan berdasarkan analisa pergerakan naik turunnya saham yang tergambar pada chart harian, bulanan bahkan tahunan. Tentu saja kepiawaian membaca chart didapatkan dari pengalaman dan jam terbang. Anda dapat mempelajari analisa teknikal dengan bergabung pada Jsxpro Academy

  1. Jangan mengukur waktu pasar saham

Meskipun banyak analis pasar mempunyai pandangan yang kuat mengenai tingkat harga pasar saham individu, namun hindari untuk mengukur waktu pasar saham. Mayoritas investor, sebaliknya justru melakukannya sehingga seringkali mereka kehilangan uang mereka yang telah diperolehnya dengan susah payah.

Mengukur waktu pasar saham disini adalah tidak ada satu orang pun yang mempunyai kemampuan untuk menentukan dengan pasti secara sukses dan konsisten, titik teratas maupun titik terendah dari harga pasar saham tertentu. Menangkap angka tersebut adalah sebuah mitos, maka sampai hari ini dan kemudian pun akan tetap menjadi mitos.

  1. Teliti sebelum membeli

Sebelum menentukan saham mana yang akan dibeli. Carilah informasi mengenai masing-masing saham. Cara yang termudah adalah membaca berita atau mengikuti ulasan dari para analis pasar dari berbagai manajer investasi, atau bergabung dalam komunitas pasar saham misalnya JSXPRO 😊. Kami menyediakan komunitas trader Saham / Forex baik di Facebook / Twitter / Google+ Para ahli analis pasar saham akan melakukan bagiannya dalam menganalisa baik fundamental dan teknikal, dan lalu membagikan informasi tersebut. Tentu saja semua kembali pada diri kita sendiri, bagaimana gaya Anda melakukan investasi.

  1. Membuat rencana investasi (trading plan)

Setelah tahu saham-saham yang akan dibeli, buat perencanaan untuk masing-masing saham tersebut. Kapan masuk pasar, kapan hold, dan kapan harus melakukan penjualan.

Secara historis, banyak kasus nyata bahwa saat bullish hebat pun bisa diakhiri dengan momen panik. Volatilitas yang terjadi di pasar bisa membuat investor kehilangan uang meski trend bullish sedang berlangsung.

Namun, para investor yang memasukkan uang secara sistematis dan terencana, investasi pada saham yang benar dan berpegang pada perencanaan investasi mereka dengan sabar telah terlihat menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Oleh karena itu, adalah bijaksana untuk memiliki kesabaran dan menjalankan rencana investasi yang disiplin.

  1. Jangan biarkan emosi mengaburkan penilaian Anda

Banyak investor telah kehilangan uang di pasar saham karena ketidakmampuan mereka mengendalikan emosi, terutama ketakutan dan keserakahan.

  • Pada saat bullish: Iming-iming kekayaan cepat memang sulit dilawan. Tatkala investor mendengar cerita tentang return yang luar biasa yang bisa dilakukan di pasar saham dalam waktu singkat. Ini membuat kebanyakan orang berspekulasi, membeli saham karena ikut-ikutan atau membeli saham perusahaan yang tidak diketahui atau membeli di saat posisi yang salah hanya karena dorongan emosi yang kabur. Sehingga ini menciptakan posisi yang berat di segmen tertentu tanpa benar-benar memahami risiko yang terlibat. Alih-alih menciptakan kekayaan, para investor justru mengalami kerugian mendalam saat sentimen pasar berbalik.
  • Pada saat bearish: tidak jarang investor panik dan menjual saham mereka dengan harga terendah, karena rasa takut yang memerangkap pikiran mereka
  1. Dana lebih untuk investasi

Apabila  Anda ingin melakukan jual beli saham beserta dengan risiko yang ada di pasar, maka sebaiknya Anda menggunakan kelebihan dana yang Anda miliki. Karena segala kemungkinan dapat saja terjadi antara Anda mendapuk keuntungan atau pun mengalami kerugian. Hari ini Anda dapat rugi, namun di bulan-bulan mendatang Anda bisa untung. Sehingga tidak ada yang bisa menjamin 100% pergerakan pasar.

Oleh karenanya selalu gunakan dana lebih yang telah Anda sisihkan untuk investasi di pasar modal, maka jika scenario terburuk terjadi, maka tidak akan mempengaruhi pundi-pundi operasional Anda sehari-hari.

Leave a Comment

Contact Us

Silakan tinggalkan pesan, dan kami akan menghubungi anda.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.