In Personal Finance, Tingkat Dasar




Apakah Anda seorang Trader atau Investor?

Jika berbicara mengenai dunia investasi dan bagaimana menciptakan kekayaan dari pasar ekuitas, ada dua istilah yang biasa kita dengar secara bergantian yakni ‘trading’ dan ‘investing’ dan sang pelakunya disebut sebagai trader dan investor. Walaupun seringkali dipertukarkan dalam penggunaannya, sebenarnya dua istilah ini mengartikan berbagai hal yang sangat berbeda baik karakter kegiatan, strategi yang digunakan maupun dan cara penyelesaian untuk sama-sama mendapuk keuntungan dari pasar bursa. Dan keberadaan kedua jenis istilah pelaku pasar tersebut dibutuhkan agar bursa dapat berfungsi dengan baik.

Menilik lebih lanjut tentang trader dan investor, perlu kita ketahui apa sebenarnya peran mereka masing-masing:

  • Trader bisa jadi adalah individual atau pun organisasi/perusahaan yang melakukan jual beli saham ataupun pengalihan aset lainnya untuk memperoleh keuntungan dari selisih jual beli. Mereka dapat melakukan jual beli untuk diri mereka sendiri, tapi bisa juga atas nama orang lain, dan mereka bertindak sebagai sebagai manajer keuangan, agen, ataupun sebagai investor, bahkan juga sebagai spekulan pasar.
  • Investor sama halnya dengan trader, dapat berupa individu orang ataupun badan organisasi dimana mereka menggunakan uang mereka sendiri untuk membeli saham sekuritas. Para investor ingin mendapatkan keuntungan, dalam bentuk pendapatan, bunga, atau peningkatan nilai investasi (capital gain).

Nah, apabila Anda ingin tahu apakah Anda seorang seorang Trader atau Investor, beberapa karakteristik berikut ini mungkin dapat membantu menentukan tipe manakah Anda.

  1. Tujuan

Seperti sekilas telah disebutkan di atas, bahwa tujuan trader adalah menciptakan keuntungan dari selisih transaksi jual beli saham dengan frekuensi tinggi (sering), sedangkan investor secara bertahap membangun kekayaan dengan melakukan beli dan simpan saham untuk jangka waktu yang cukup lama sampai nilai investasi meningkat ataupun perolehan dividen dari saham yang dibeli.

  1. Jangka Waktu

Untuk time frame trader memegang saham dalam jangka waktu yang singkat, ada yang dalam waktu menit, jam, hari, minggu atau bulan.  Mereka menggunakan strategi buy to sell (beli untuk jual). Dalam hal ini gaya trader sendiri dapat dibagi menjadi 4 kategori:

  • Position Trader: saham disimpan untuk jangka waktu bulan hingga tahun
  • Swing Trader: saham disimpan untuk jangka waktu hari hingga minggu
  • Day Trader: saham disimpan dalam waktu satu hari
  • Scalp Trader: saham disimpan dalam hitungan detik atau menit.

 

Dilain pihak, investor menggunakan pendekatan buy and hold (beli dan simpan) untuk periode lebih lama misalnya hitungan 6 bulan hingga tahunan ataupun lebih lama lagi. Fluktuasi pasar jangka pendek tidak signifikan dalam pendekatan investasi jangka panjang ini.

  1. Keyakinan

Trader berkeyakinan bahwa pergerakan arah harga saham (naik turunnya) akan berpengaruh bagi keuntungan yang akan didapatkan. Sedangkan kinerja perusahaan dimasa yang akan datang (yang mengeluarkan saham tersebut) serta besaran dividen yang akan diterima menjadi tolak ukur keyakinan para investor dalam menentukan investasi.

  1. Keuntungan dan tingkat pengembalian

Membeli di saat harga rendah lalu menjualnya di saat harga tinggi merupakan cerminan trader di pasar ekuitas. Menginvestasikan kembali keuntungan yang diperoleh beserta dividen yang diterima adalah cara berpikir seorang investor. Dan rata-rata ekspektasi tingkat pengembalian yang diperoleh investor berkisar 10%-20% per tahun, sedangkan trader akan lebih tinggi yakni seputar 5-10% per bulannya.

  1. Tools yang digunakan

Kebanyakan para trader menggunakan analisa teknikal (charting) untuk memperkirakan arah pergerakan harga saham serta trend: misalnya indicator Moving Average, Oscillators, Bollinger Bands, Stochastics dan masih banyak lagi.

Bagi investor, mereka menggunakan cara analisa fundamental, antara lain melihat laporan keuangan dari perusahaan tersebut, paham akan rasio keuangan, histori dari Earning per share, asset, liquidity, net profit, dividen, revenue per share. Selain data histori, mereka juga memperhatikan rencana kedepan dari manajemen perusahaan tersebut.

  1. Risiko

Dari sisi risiko, transaksi trader menyiratkan potensi risiko yang lebih tinggi dengan tingkat pengembalian yang lebih tinggi pula (high risk high return). Karena kemungkinan pergerakan harga tinggi dan renadah dapat terjadi dalam waktu singkat (jangka pendek). Jika dibandingkan dengan trader, dalam jangka pendek para investor bergerak pada tingkat risiko yang relatif lebih rendah dan tentu saja dengan tingkat pengembalian yang lebih rendah. Namun apabila seni berinvestasi ini digabungkan dengan imbal hasil dari dividen serta pengembalian capital dalam jangka waktu yang lebih lama bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan.

Setelah Anda paham mengenai sedikit karakteristik di atas, maka menjadi trader ataupun investor masing-masing mempunyai faktor pro dan kontra. Trading jauh memerlukan alokasi waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan investing. Anda akan membutuhkan waktu lama untuk mempelajari grafik chart saham untuk menetukan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar. Sehingga perlu memantau secara terus menerus pergerakan saham, agar Anda tidak ketinggalan momentum. Lain halnya dengan investasi. Ibaratnya sekali Anda berinvestasi maka Anda dapat bersantai dalam jangka waktu lama tanpa harus membeli atau menjual saham selama berbulan-bulan atau tahun. Namun tentu saja untuk dapat memilih saham yang tepat untuk diinvestasikan, memerlukan pengetahuan yang mendalam dari sisi fundamental dan keuangan, bahkan juga butuh kepiawaian khusus serta pengalaman untuk menilai saham mana yang laik untuk dibeli.

Pernahkah Anda mengalami kerugian karena investasi yang dilakukan tidak sesuai dengan rencana? Saya kira semua pernah ‘dihantui’ hal seperti ini sehingga kita sulit tidur dan bahkan banyak yang mengalami tekanan emosi berkepanjangan. Perlu Anda pahami bahwa pergerakan harga pasar ekuitas ada diluar kontrol kita, sehingga kunci dari segala situasi adalah pengendalian emosi dari para trader atau investor itu sendiri terhadap pasar, dan bukan sebaliknya.

Kestabilan emosi sangat diperlukan terlebih bagi para trader, dibandingkan dengan investor. Mengapa? Trader membeli menjual dalam waktu singkat, sehingga pergerakan harga saham sekecil apapun akan berpengaruh terhadap keuntungan yang akan diperoleh oleh trader. Maka buy di harga rendah dan sell di harga tinggi harus diterapkan, dah ketika harga mendadak turun mencapai tingkat tertentu, seorang trader perlu untuk tidak mempunyai rasa keterikatan secara emosional dengan saham dan melakukan cut loss untuk menghindari kerugian lebih lanjut. Sekiranya nanti terjadi rebound harga, maka trader bisa melakukan posisi entri kembali ke pasar.

Namun hal ini bisa menjadi masalah jika cara taktikal di atas Anda terapkan dalam hal melakukan investasi jangka panjang. Sebagai investor Anda tidak perlu terpengaruh dengan volatilitas harga saham dalam jangka waktu pendek. Karena Anda memiliki cukup informasi mengenai perusahaan tersebut. Dan Anda tidak perlu menjual saham saat harga turun mendadak karena Anda punya keyakinan terhadap kinerja fundamental perusahaan di masa yang akan datang.

Sebagai rangkuman terlepas apakah trader atau investor, semua kembali pada diri kita sendiri. ‘Gaya’ transaksi baiknya disesuaikan dengan karakter pribadi masing-masing: baik itu sifat, kemampuan ataupun filosifi kepribadian Anda. Karena keberadaan keduanya yakni trader dan investor saling bergantung. Tanpa trader, investor akan kehilangan likuiditas, karena trader-lah yang aktif melakukan jual beli di pasar. Dan trader memerlukan investor, karena saham yang beredar ini ada dimulai dari adanya investor yang mau menginvestasikan dananya untuk membeli saham tersebut.

So don’t worry, Anda belum terlambat!
Ayo pahami karakter diri Anda, cocokkan dengan cara investasi dan mulailah bertransaksi di pasar bursa.

Selamat Mencoba! 😊

Leave a Comment

Contact Us

Silakan tinggalkan pesan, dan kami akan menghubungi anda.

Not readable? Change text. captcha txt

Start typing and press Enter to search

Password Reset
Please enter your e-mail address. You will receive a new password via e-mail.